|
Written by Magdalena
|
|
Tuesday, 11 November 2008 00:52 |
|
Tips ini terutama ditujukan kepada suami yang akan menjadi bapak buat pertama kalinya. Namun tidak ada salahnya juga buat calon anak ke 2 ke 3 dstnya. Calon bapak yang kurang persiapan biasanya menghadapi proses persalinan isterinya dengan perasaan yang tidak menentu dan stress.
  1. Rajin membaca info tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan proses persalinan jauh hari sebelum prosesnya.   2. Rajin bertanya pada dokter Obgyn pada saat memeriksakan isteri tentang proses persalinan.   3. Mempersiapkan segala perlengkapan untuk melahirkan. Mungkin bagi yang tidak mempunyai kendaraan (mobil) bisa membuat janji dengan tetangganya atau orang yang dikenal untuk siap kapan saja mengantarkan.
  4. Pastikan anda kuat melihat darah bila ingin mendampingi isteri saat bersalin.   5. Jangan panik, sebaliknya anda harus bisa menenangkan isteri. Kepanikan anda justru akan menimbulkan kekalutan isteri dan petugas bersalin, bidan dan perawat.   6. Ketahuilah bahwa proses kelahiran anak pertama akan memakan waktu lama yakni sekitar 12 -14 jam. Karena itu jangan terlalu sering mendesak bidan atau doker untuk mengontrol isteri anda.   7. Untuk mengetahui perkembangan proses melahirkan dapat dilakukan dengan perhitungan : Pembukaan akan bertambah 1 cm / jam pada anak pertama (anak ke 2 dan seterusnya 2cm/jam) Penilaian kemajuan kehamilan hanya akan dilakukan 4 jam sekali.   8. Pembukaan Persalinan dikatakan lengkap bila telah mencapai 10 cm, dan bila posisi ubun-ubun si kecil mendekati posisi jam 12 pada lingkaran jam. (Posisi depan -> ubun-ubun si kecil tepat di bawah tulang kemaluan) Artinya walaupun sudah pembukaan lengkap, dokter akan tetap memerintahkan supaya ibu tidur miring ke arah ubun-ubun kecil. Hal ini perlu diketahui oleh suami.   9. Dampingilah isteri sampai proses persalinan selesai seutuhnya. Dari kebanyakan pengalaman, banyak suami yang meninggalkan isteri begitu anak lahir, sehingga isteri merasa "dimanfaatkan" hanya sebagai mesin pembuat anak saja. Kalau ada keluarga yang lain dapat didelegasikan untuk mengurus bayi sedangkan suami tetap menunggui isteri.  10. Jangan Lupa beri reward berupa ciuman di kening isteri saat bayi lahir, yang artinya : "Terima Kasih sayangku, inilah buah cinta kasih kita berdua "
Itulah beberapa tips-tips yang dibuat berdasarkan pengalaman kerja sehari-hari saat menangani proses kelahiran. Adaptasi dari sumber : dr.Didi Kusmarjadi, SpOG, POGI BATAM, PROPINSI KEPRI, http://konsultasi-spesialis-obsgin.blogspot.com/2008/06/tips-for-man-mendampingi-istri.html |