|
Sebenarnya, apakah arti Stroke itu? Penyakit stroke adalah penyakit cerebrovaskular (cerebrum = otak, vas = pembuluh). Penyakit stroke ini merupakan masalah di seluruh dunia. Penyakit stroke merupakan penyebab urutan ketiga yang bisa menimbulkan kematian. Selain itu, stroke merupakan penyebab invaliditas (cacat). Penanggulangan masalah stroke tidak hanya terdiri dari penanganan pasien dalam fase akut, melainkan juga rehabilitasi fisik maupun sosial. Bahkan, yang lebih penting lagi ialah pencegahan atau pengobatan penyakit yang memiliki faktor resiko terjadinya stroke.
Usia berapa yang paling rentan terkena serangan penyakit stroke? Setelah melewati usia 40 tahun, kita semua memiliki kemungkinan mengalami penyakit stroke. Ada yang mengalaminya ketika sedang marah–marah, berpidato, bangun tidur, bahkan ada pula yang setelah tidur pulas tidak bangun lagi. Ada yang langsung meninggal, ada pula yang mengalaminya 2–3 kali dengan meninggalkan cacat yang makin lama makin parah. Diperkirakan, 1 di antara 3 orang yang mencapai usia 80 tahun pernah mengalami stroke.
Jadi, apakah sebenarnya penyakit stroke itu? Penyakit stroke ialah suatu gangguan fisik yang timbul secara mendadak yang disebabkan gangguan peredaran darah di otak. Salah satu bentuk penyakit stroke yang paling ringan disebut Gangguan peredaran darah otak sepintas (GPDOS), Transient Ischemic Attack, yaitu gangguan persyarafan setempat yang terjadi dengan tiba–tiba, berlangsung selama kurang dari 24 jam sebagai akibat gangguan peredaran darah otak.
Menurut Prof. Priguna Sidharta dalam seminar tahun 1991, bila tak segera diobati maka 50 % penderita GPDOS akan terkena penyakit stroke dalam waktu satu tahun setelah mengalami GPDOS, dan 20 % terkena stroke dalam beberapa bulan pasca GPDOS.
Apa yang dialami orang yang menderita GPDOS? Kekurangan suplai darah di otak menimbulkan gejala : Otot tangan atau wajah lemah sampai lumpuh, gerakan tak terkendali, sempoyongan. Indera terasa kesemutan sama sisi atau berseberangan. Berbicara " balelol " (tidak jelas). Penglihatan menjadi buta sebelah atau ganda (dobel.) Atau kombinasi.
Gangguan penyakit stroke di belahan otak kanan menyebabkan gangguan pada anggota dan tubuh bagian kiri, sebaliknya gangguan di belahan otak kiri menyebabkan gangguan anggota dan tubuh sebelah kanan.
Berlangsungnya GPDOS sampai timbul gejala terberat biasanya dicapai hanya dalam waktu beberapa menit, sebagian besar berlangsung dalam 10 menit. Laki – laki lebih sering daripada wanita dan serangan penyakit stroke lebih sering pada kelompok umur 50 – 70 tahun.
Otak secara terus-menerus memerlukan banyak oksigen. Oksigen ini diperoleh dari darah yang mengalir di otak dan sangat bergantung pada suplai aliran darah setiap saat. Apabila suplai oksigen terputus 8 – 10 menit saja akan terjadi gangguan fungsi otak. Apabila berlangsung lebih dari 6 menit, akan terbentuk jaringan parut yang tak dapat pulih kembali yang disebut mati (infrak). Jadi, infark dapat terjadi di jantung maupun otak.
Ada berapa macam penyakit stroke yang sudah diketahui? Lebih kurang 70 % disebabkan oleh penyempitan atau penyumbat pembuluh darah otak yang disebut infrak iskhemik. Stroke jenis ini paling sering disebabkan aterosklerosis, yaitu mengerasnya pembuluh darah yang mengakibatkan menebalnya serta kurang lenturnya dinding pembuluh darah nadi sehingga terjadi penyempitan, biasanya disebabkan oleh kolesterol. Biasanya penyakit stroke iskhemik terjadi waktu tidur atau dalam keadaan santai.
lebih kurang 30 % disebabkan oleh pendarahan, biasanya karena tekanan darah tinggi, marah – marah atau emosi. Gejala-gejala penyakit stroke. Fungsi otot (Motorik), seperti lumpuh lengan dan atau kaki tangan dan atau kaki kiri, kejang – kejang atau hanya lemah dan kaku, Fungsi alat perasa, seperti kesemutan , kehilangan pengenalan dengan rabaan, nyeri ujung–ujung anggota gerak, tidak bisa membedakan suhu panas dingin. Gangguan syaraf kepala, seperti juling, mulut juling, pelo, sering keselak karena gangguan otot kerongkongan hingga sukar menelan dan menahan makanan di dalam mulut. Gangguan fungsi keseimbangan seperti sempoyongan dan pusing. Gangguan fungsi luhur, seperti tidak sadarkan diri ( koma ), tak dapat berbicara dan baca hitung–tulis, gangguan pengelihatan dan pendengaran, mendadak bodoh, lupa diri dan gangguan jiwa, emosi menjadi tak terkendali. Gangguan " otonom " seperti ngompol, buang air besar tanpa disadari.
Biasanya orang yang pernah diserang penyakit stroke menjadi cacat. Seberapa berat kondisi cacat itu menyerang si penderita? Tingkat cacat serta ragam cacat berbeda–beda, ada berat maupun ringan, ada pula yang pulih sempurna. Semua tergantung berapa luas bagian otak yang terkena dan bagian yang mana.
Bila membandingkan keadaan sewaktu terjadi penyakit stroke dan 1 bulan kemudian umumnya diperoleh perbaikan, yang biasanya berlangsung 1–4 bulan. Bila setelah 6 bulan masih cacat, perbaikan tidak akan menyolok lagi, bila masih terasa tebal di sebagian anggota badan setelah 6 bulan biasanya gangguan ini menetap, menurut Prof Lumbantobing dari Jakarta.
Bagi penderita yang cacat, perlu penyesuaian dalam keadaan baru ini. Mereka harus berusaha menghadapinya secara wajar dan realistis, berusaha memanfaatkan kemampuan yang masih ada secara maksimal dan optimal. Banyak penderita yang masih dapat berbuat " sesuatu " walaupun cacat. Lakukan olahraga secara teratur, kurang berolahraga akan memperburuk keadaan anggota tubuh yang lumpuh. Penderita dapat merasa pegal dan bengkak. Bila ada gangguan rasa menjadi tebal, usahakan tidak menghiraukan. Cari dan ciptakan kesibukan.
Apakah penyakit stroke dapat kambuh? Stroke dapat sering kambuh, bila kambuh dapat lebih gawat, lebih berat bahkan dapat membawa maut. Setiap penderita penyakit stroke diusahakan mengetahui penyebab (faktor resiko) yang terdiri dari hal–hal yang tak dapat dihindari, yaitu faktor usia (makin tua makin besar kemungkinan mengalami penyakit stroke), faktor keturunan, wanita sesudah menopause. Hal–hal yang sukar diubah yaitu kepribadian tipe A dan watak " tertutup ".
Hal–hal yang harus diwaspadai adalah penyakit lemak darah (kolesterol, trigliserida), tekanan darah tinggi, kencing manis, berat badan berlebihan, stres/distres, perokok dan kurang berolahraga.
Nah, jadi bagaimana mencegah penyakit stroke? Mencegah stroke dilakukan dengan mengurangi atau menghilangkan berbagai faktor resiko penyakit stroke. Pencegahan harus dilakukan sepanjang masa. Semakin usia bertambah, semakin besar kemungkinan penyakit stroke. Olahraga jangan hanya dilakukan bila ingat, demikian pula diet jangan bosan untuk dilakukan. Bagaimana penanganan penderita penyakit stroke? Makin cepat ditangani, makin besar kemungkinan mencegah meluasnya gangguan pada otak. Setelah akut, makin cepat memulai rehabilitasi makin besar kemungkinan mengurangi akibat yang ditimbulkan oleh penyakit stroke.
Haruskah penderita penyakit stroke masuk rehabilitasi ? Rehabilitasi harus dimulai sedini mungkin sejak serangan pertama stroke. Keterlambatan akan memberikan hasil yang kurang baik. Selama fase akut, program rehabilitasi dapat dimulai 24–36 jam paska stroke.
Nasehat bagi yang telah mengalami penyakit stroke? Mereka yang mengalami stroke dan tetap hidup kebanyakan cacat. Sebagian besar tidak sesehat sebelumnya. Kita tidak boleh lupa memelihara berbagai karunia yang masih ada, yang pasti lebih banyak dari hambatan yang disebabkan oleh bertambahnya usia dan penyakit stroke tersebut. Caranya ialah dengan berolahraga secara teratur, melakukan diet, dan tetap semangat mengisi sisa hidup dengan sebaik–baiknya.
Salah satu gejala sampingan yang menyertai penyakit stroke adalah depresi (murung, putus asa, sedih, kecewa) setelah seseorang menyadari keterbatasan dan cacat yang dideritanya. Sikap tersebut menyia-nyiakan kesempatan rehabilitasi, sedangkan penyembuhan terutama harus dilakukan 6 bulan pertama setelah serangan penyakit stroke. Bila kesempatan ini terlewatkan, kecacatan akan semakin berat.
Satu kabar gembira bagi bapak/ibu sekalian saat ini. Poliklinik Hidup Baru telah diperlengkapi dengan fasilitas rehabilitasi (Diatermi / ultra sound, Faradik stimulasi otot, Message terapi, dan sebagainya), langsung ditangani oleh dr. Frederik berserta staf fisioterapi, setiap hari selasa dan Kamis pukul 08.00 – 16.00. Manfaatkan kesempatan yang ada. sumber : http://www.gky.or.id/buletin7/dokter.html Yayasan Hidup Baru     Address: Jl Imam Bonjol Bl N-2 TANGERANG 15113 Phone : 021-5534636  |